Paijo adalah seorang manusia yang hidup dalam kesederhanaan, sedang menuntut ilmu di sebuah PTS. Paijo dikenal sebagai orang yang konyol. Dengan dandanan yang cupu dan wajah standar membuat Paijo tak pernah di dekati oleh kaum hawa. Game adalah teman hidupnya, bisa juga di sebut sebagai pacarnya. Paijo tinggal di sebuah kontrakan bersama dengan lima temannya, yaitu Khafid, Strons, Daniel, dan Bolang. Mereka berasal dari berbeda daerah. Berhubung sedang liburan kontrakan jadi tak berpenghuni. Akhirnya liburan pun selesai dan ini lah awal kisah cinta paijo.
Paijo berangkat dari kampung halaman naik sebuah bus. Sesampainya di kontrakan mulailah beresin kamar dan lainnya. Beberapa jam kemudian datang si bolang.
Bolang : "jo temani aku nyari game yuk!!"
Paijo : " Ok. Sebentar lagi coy, nanggung nih."
Akhirnya mereka berdua pergi kesebuah rental kaset. Si Paijo yang gak punya rencana buat pinjem kaset akhirnya terbius juga karena hobinya. Setelah mendapatkan yang mereka inginkan, kembalilah ke kekontrakan. Sesampai di kontrakan ternyata sudah pada di kontrakan.
Khafid : " Darimana jo?"
Paijo : " Biasa coy nyari game."
Khafid : " Game mulu kamu jo, coba nyari cewek jo. hahaha"
Paijo : " Belum waktunya fid."
Kembalilah Paijo ke kamar dan bercinta lagi sama gamenya. Dengan amunisi kopi dan rokok yang dia persiapkan, hingga tak terasa pagi pun menjelang. Pulau kapuk pun segera paijo kunjungi untuk menuju ke negeri mimpi.
Waktu menunjukan pukul 09.00 wib, Paijo mulai membuka mata dan tergesa - gesa untuk segera berangkat ke kampus. Tak lupa gosok gigi dan cuci muka, biar kelihatan fresh. Setelah siap mulai lah dia berjalan menyusuri lorong menuju kampus. Sesampainya di kampus Paijo bertemu dengan seorang gadis yang anggun bernama Asih. Gadis berkerudung dengan senyum yang manis, membuat Paijo ingin tau apa itu cinta.
Asih adalah teman satu kelas dengan Paijo. Selama ini paijo tak pernah memperdulikan siapa dia. Tapi kali ini Paijo selalu meliriknya sambil senyum - senyum sendiri. Tiba - tiba terdengar celatukan dari jarwo.
Jarwo : " Ngapain kamu jo, senyum - senyum sendiri gitu ?"
Paijo : " Lagi liat bidadari wo, serasa di surga ini. haha"
Jarwo :"Siapa jo ?"
Paijo :" Itu wo yang pakai kerudung hijau, tau nomor HPnya gak kamu wo ? "
Jarwo:" Oh si Asih tow, nie gua kasih nomornya."
Paijo :" Makasih wo,haha"
Segera setelah mendapatkan nomor itu Paijo tiap malam langsung berusaha buat mendekati si Asih. Bulan berganti menjadi tahun. Hingga sampai akhir semester pun usai, namun usaha Paijo sia - sia. Tak ada respon dari si Asih, gak ada sinyal - sinyal cinta dari asih. Tapi mau gimana lagi karena cinta tak bisa untuk dipaksa.
Liburan pun usai dan waktunya kembali lagi ke kampus. Paijo yang masih belum mendapatkan respon dari si Asih dia tetap berusaha buat mendekati Asih. Kuliah hari pertama di mulai, kembali Paijo terkesima oleh ke Anggunan si Asih. Saat ini telah memasuki semester ke 5. Selesai jam matkul Paijo berkumpul dengan bala kurawa di kantin.
Jarwo : " Gimana jo lancar kan ?"
Paijo : " Lancar apanya bos, masih datar - datar aja nie, mending ngegame bos dari pada deketin si Asih"
John : " Wah kok gitu bro, ngejar cewek itu harus usaha dn berkorban."
Paijo : " Mau usaha gimana John, responnya kurang nie."
Khafid : " Wah jo sejak kapan kamu suka cewek, biasanya game mulu yang kamu bahas."
Paijo : " Sejak lihat bidadari fid."
Mereka semua pun tertawa, heran akan perubahan Paijo. Paijo hanya terdiam dan berfikir. Kabar buruknya semester ini si Asih akan di wisuda. Asih termasuk mahasiswi yang pandai dan cerdas. Tiba - tiba muncul ide dari otak Paijo.
Paijo : " Wo kamu mau bantu aku gak ?"
Jarwo : " Bantu apa jo?"
Paijo : " Nyari botol buat ngirim surat ke Asih, tapi kamu yang ngasihin soalnya aku malu."
Jarwo : " Ok. Kapan kita meluncur ?"
Paijo : " Bentar wo nanti tak kabari lagi."
Kuliah hari ini pun selesai, segera Paijo pulang ke kontrakan. Sesampainya di kontrakan mulai lah Paijo menulis surat. Lembaran kertas bertebaran,dan inilah hasil surat Paijo.
Dear Asih,
Hay asih ini aku Paijo, sebelumnya saya minta maaf udah lancang seperti ini. Saya bukanlah orang yang sempurna dan bukan orang yang puitis. Saya juga buka orang yang mempunyai keberanian yang besar untuk bicara kepadamu. Maka dengan tangan ini aku ungkapkan apa yang ada di hatiku. Aku mengagumi akan ke anggunan mu, aku menyayangi mu setulus hati. Aku mencintai mu karena Allah, dan aku tau cinta itu tak bisa di paksakan. Cinta ini tak akan abadi karena cinta yang abadi adalah dari Allah. Aku tau jodoh itu sudah di atur tapi jika kita tak berusaha maka kita tak akan menemukan jodoh kita. Aku harap kamu mau membantu aku merawat cinta ini bersama. Maaf bila aku kurang sopan.
Keesokan harinya Paijo mengajak Jarwo beli botol seperti yang di rencanakan. Botol itu kemudian di beri pasir di dalamnya, dan di masukanlah surat itu. Setelah di beri tutup surat botol dan bunga mawar merah di titipkan ke pada jarwo untuk di berikan ke Asih. Malam hari Paijo mendapat kabar dari si Jarwo, kalau suratnya telah terkirim. Tapi sampai kelulusan si Asih tak ada jawaban apapun dari Asih. Rasa cinta Paijo kepada Asih sampai saat ini,dan berharap mendapatkan jawaban dari surat itu.
Ok guy's cukup sekian dan terimakasih. see you next story :).
Paijo berangkat dari kampung halaman naik sebuah bus. Sesampainya di kontrakan mulailah beresin kamar dan lainnya. Beberapa jam kemudian datang si bolang.
Bolang : "jo temani aku nyari game yuk!!"
Paijo : " Ok. Sebentar lagi coy, nanggung nih."
Akhirnya mereka berdua pergi kesebuah rental kaset. Si Paijo yang gak punya rencana buat pinjem kaset akhirnya terbius juga karena hobinya. Setelah mendapatkan yang mereka inginkan, kembalilah ke kekontrakan. Sesampai di kontrakan ternyata sudah pada di kontrakan.
Khafid : " Darimana jo?"
Paijo : " Biasa coy nyari game."
Khafid : " Game mulu kamu jo, coba nyari cewek jo. hahaha"
Paijo : " Belum waktunya fid."
Kembalilah Paijo ke kamar dan bercinta lagi sama gamenya. Dengan amunisi kopi dan rokok yang dia persiapkan, hingga tak terasa pagi pun menjelang. Pulau kapuk pun segera paijo kunjungi untuk menuju ke negeri mimpi.
Waktu menunjukan pukul 09.00 wib, Paijo mulai membuka mata dan tergesa - gesa untuk segera berangkat ke kampus. Tak lupa gosok gigi dan cuci muka, biar kelihatan fresh. Setelah siap mulai lah dia berjalan menyusuri lorong menuju kampus. Sesampainya di kampus Paijo bertemu dengan seorang gadis yang anggun bernama Asih. Gadis berkerudung dengan senyum yang manis, membuat Paijo ingin tau apa itu cinta.
Asih adalah teman satu kelas dengan Paijo. Selama ini paijo tak pernah memperdulikan siapa dia. Tapi kali ini Paijo selalu meliriknya sambil senyum - senyum sendiri. Tiba - tiba terdengar celatukan dari jarwo.
Jarwo : " Ngapain kamu jo, senyum - senyum sendiri gitu ?"
Paijo : " Lagi liat bidadari wo, serasa di surga ini. haha"
Jarwo :"Siapa jo ?"
Paijo :" Itu wo yang pakai kerudung hijau, tau nomor HPnya gak kamu wo ? "
Jarwo:" Oh si Asih tow, nie gua kasih nomornya."
Paijo :" Makasih wo,haha"
Segera setelah mendapatkan nomor itu Paijo tiap malam langsung berusaha buat mendekati si Asih. Bulan berganti menjadi tahun. Hingga sampai akhir semester pun usai, namun usaha Paijo sia - sia. Tak ada respon dari si Asih, gak ada sinyal - sinyal cinta dari asih. Tapi mau gimana lagi karena cinta tak bisa untuk dipaksa.
Liburan pun usai dan waktunya kembali lagi ke kampus. Paijo yang masih belum mendapatkan respon dari si Asih dia tetap berusaha buat mendekati Asih. Kuliah hari pertama di mulai, kembali Paijo terkesima oleh ke Anggunan si Asih. Saat ini telah memasuki semester ke 5. Selesai jam matkul Paijo berkumpul dengan bala kurawa di kantin.
Jarwo : " Gimana jo lancar kan ?"
Paijo : " Lancar apanya bos, masih datar - datar aja nie, mending ngegame bos dari pada deketin si Asih"
John : " Wah kok gitu bro, ngejar cewek itu harus usaha dn berkorban."
Paijo : " Mau usaha gimana John, responnya kurang nie."
Khafid : " Wah jo sejak kapan kamu suka cewek, biasanya game mulu yang kamu bahas."
Paijo : " Sejak lihat bidadari fid."
Mereka semua pun tertawa, heran akan perubahan Paijo. Paijo hanya terdiam dan berfikir. Kabar buruknya semester ini si Asih akan di wisuda. Asih termasuk mahasiswi yang pandai dan cerdas. Tiba - tiba muncul ide dari otak Paijo.
Paijo : " Wo kamu mau bantu aku gak ?"
Jarwo : " Bantu apa jo?"
Paijo : " Nyari botol buat ngirim surat ke Asih, tapi kamu yang ngasihin soalnya aku malu."
Jarwo : " Ok. Kapan kita meluncur ?"
Paijo : " Bentar wo nanti tak kabari lagi."
Kuliah hari ini pun selesai, segera Paijo pulang ke kontrakan. Sesampainya di kontrakan mulai lah Paijo menulis surat. Lembaran kertas bertebaran,dan inilah hasil surat Paijo.
Dear Asih,
Hay asih ini aku Paijo, sebelumnya saya minta maaf udah lancang seperti ini. Saya bukanlah orang yang sempurna dan bukan orang yang puitis. Saya juga buka orang yang mempunyai keberanian yang besar untuk bicara kepadamu. Maka dengan tangan ini aku ungkapkan apa yang ada di hatiku. Aku mengagumi akan ke anggunan mu, aku menyayangi mu setulus hati. Aku mencintai mu karena Allah, dan aku tau cinta itu tak bisa di paksakan. Cinta ini tak akan abadi karena cinta yang abadi adalah dari Allah. Aku tau jodoh itu sudah di atur tapi jika kita tak berusaha maka kita tak akan menemukan jodoh kita. Aku harap kamu mau membantu aku merawat cinta ini bersama. Maaf bila aku kurang sopan.
Keesokan harinya Paijo mengajak Jarwo beli botol seperti yang di rencanakan. Botol itu kemudian di beri pasir di dalamnya, dan di masukanlah surat itu. Setelah di beri tutup surat botol dan bunga mawar merah di titipkan ke pada jarwo untuk di berikan ke Asih. Malam hari Paijo mendapat kabar dari si Jarwo, kalau suratnya telah terkirim. Tapi sampai kelulusan si Asih tak ada jawaban apapun dari Asih. Rasa cinta Paijo kepada Asih sampai saat ini,dan berharap mendapatkan jawaban dari surat itu.
Ok guy's cukup sekian dan terimakasih. see you next story :).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar