Seorang pemuda dari desa yang merantau untuk mencari ilmu dan mencoba untuk memahami hidup. Roy begitu panggilannya. Pemuda yang selalu hidup dalam kesederhanaan. Berteman tanpa melihat status sosial,usia, dan penampilan. Selalu senang bercanda dan tertawa bersama. Roy sekarang sedang menempuh kuliah di PTS, semester 5. "Hay roy", terdengar suara yang tak asing untuk Roy. "Eh kamu yok,ada apa?" sembari menyambut sahabatnya Tyok. " Gini roy, gue lagi bingung nih","Bingung kenapa lagi kau yo?" jawab roy dengan tersenyum. "Gue bingung aja kenapa lo jam segini baru berangkat,haha",sembari dengan tertawa pelan. "Gue kirain lo mw mati yo, biasa yo gue kan mahasiswa telad dan lain - lainnya", jawab Roy sambil cengengesan.
Melintas seorang wanita di hadapan mereka berdua, dan secara bersamaan mereka melongo kaya kebo. " Gila Roy tu cewek bahenol bgt ya, kamu gak Roy siapa dia?", dengan entengnya Roy menjawab," Emang gue pikirin yok ? haha, ayo yok masuk kelas dah ada dosennya tuch". Roy dan Tyok pun berjalan menuju kelas. Roy dan Tyok itu seperti kakak adik karena hobi mereka yang sama. " Yok lu tw gak siapa cewek itu?", celatuk dari roy. Sambil mencari siapa yang di maksud oleh roy,"Mana Roy?", "Itu yok", smbil menunjuk cewek yang dimaksud. " Oh itu namanya Ajeng, emangnya kenapa Roy?"," Gak papa yok,gue cabut dulu ya", sembari bergegas mendekati Ajeng. Roy pun akhirnya duduk di sebelah Reni yang kebetulan masih ada tempat kosong. " Hai ajeng", sapa Roy, " Maaf mas saya bukan Ajeng, tapi Reni",jawab Reny sambil ketawa kecil. Wajah roy menjadi merah dan menoleh ke arah Tyok sambil mengacungkan jari tengah. " Eh maaf Ren, gue kira nama lo Ajeng"," Iya gak papa kok mas, ada apa ya mas?", " Jangan panggil mas panggil Roy aja", sembari mengacungkan tangan mengajak bersalaman. Selama basa basi dan berbicara ngalor ngidul akhirnya sampai juga di puncak obrolan mereka. " Ren boleh gak kita tukeran no HP?", " Boleh kok roy", "Makasih ya ren", sambil tersenyum menang. " Gue kembali ke tempat gue dulu ya ren", " Iya roy", jawab Reni sambil tersenyum. Segera bergegaslah Roy ke tempatnya semula.
" Gila lu Yok nipu gue, untuk tu anak baik Yok", "Emang gue pikirin", dengan lidah yang menjulur. Tak terasa sudah 75 menit Roy dan Tyok mengikuti matkul itu. Tapi yang Roy lakukan hanya memandangi si Reni saja. Bel berbunyi keluarlah mereka dari kelas. " Eh Roy gimana tadi dapet gak ? ", " Ya jelas gue gitu", jawab Roy sambil memamerkan no Hp si Reni. Bergegas mereka berdua pulang ke kost.
Setiap malam Roy SMS si Reni, maklum masih dalam masa PDKT yang sangat mendalam. Telah lama Roy menjomblo dan kali ini sepertinya Roy telah mendapatkan pujaan hatinnya. Sudah satu minggu setelah mereka berkenalan. Kedekatan Roy dan Reny sudah berada di dalam zona hijau tinggal persiapan buat nembak. " Yok bantuin gue dong"," Kenapa lo Roy, diare ya?" jawab Tyok dengan sekenannya. " Anjing lo yok serius ini"," Miapah?", keluar tawa dari mulut Tyok. " Cariin gue ide yok, biasanya lo kan sok puitis gitu." , " Gini Roy sekarang kalau minta ide itu harus bayar." , " Wah anak akuntan semua perlu biaya, minta berapa lo yok ?", jawab Roy dengan nada kesal. " Bercanda bung, jadi gini Roy nanti kan kita sekelas, Lo ajak si doi keluar ntar malam, lo ajakin dia ke cafe tempat kita nongkrong, gimana ?","Wah ide yang bagus itu, terus gimana yok ?", jawab roy bingung. " Mudah saja Roy, ntar gue minta ijin sama empunya cafe itu, lo dah siap kan ? "," Jelassssss bosssss. Eh yok lihat tu Reni, gue samperin dia dulu coy.","Emang gue pikirin", jawab Tyok meninggalkan Roy. " Hey Ren kamu keliatan cantik kalo pakek kerudung." sapa Roy sambil tersenyum manis. " Ah kamu bisa aja Roy, yuk Roy masuk kelas.", Ajak Reni. Mereka berduapun langsung bergegas menuju kelas. Mereka berdua duduk berdampingan, " Ren entar malam ada acara gak ?", " Gak roy, kenapa emang."," Hang out ma aku mau gak ren ?", ajak roy. " Jam berapa roy? jangan malam - malam ya",jelas Reni. "Kalo jam 7 gimana ren ? ", " Ok dech", jawab Reni sambil tersenyum. Tanpa terasa bel telah berbunyi. Segeralah para mahasiswa meninggalkan kelas. " Roy gimana entar malam lo jadi nembak si doi gak ? "," Aku ragu yok.", jawab si Roy. " Kenapa lagi lo bro? mana tanda kejantanan mu.", " Aku masih bimbang yok antara cinta atau nafsu yang aku rasakan ke Reni.", jawab Roy bijaksana. " Ya sudahlah terserah saudara saja."," Entr malam ikut hang out ya, lo ajak tu cewek lu, di tempat biasa. OK yok",ajak Roy. " OK. gue cabut dulu ya bro.", jawab Tyok bergegas meninggalkan Roy. Jam dinding menunjukan pukul 5 sore, Roy segera bersiap - siap untuk menjemput doi. Dengan setelan kesukaannya sandal jepit, celana pendek, dan kaos oblong. Tak lupa Roy memakai parfum biar harumnya cetar membahana. Motor udah di persiapkan tinggal melenggang menuju rumah Reni. Reni telah siap untuk pergi dengan menggunakan kerudung dan pakaian yang sesuai dengan kriterianya. Tepat pukul 7 malam Roy sampai di rumah Reni. Betapa terpesonanya dia melihat Reni yang sangat anggun. Berpamitanlah mereka kepada orang tua Reni. Segera Roy pacu kuda besinya menuju cafe tempat dia nongkrong. Sesampai di cafe langsung saja mereka memesan yang mereka inginkan. " Ren kamu seneng gak aku ajak maen kesini", tanya Roy dengan wajah takut. " Iya roy.", jawab Reni dengan senyum. Senyuman Reni sangat lah manis karena dia punya lesung pipi. Pukul 8 mala Tyok datang dengan ceweknya. " Halo bro.", sapa tyok. " Halo juga, lama amat lo yok, kenalin ini Reni". "Reni", "Tyok, nie cewekku Hana", jawab Tyok. "Cewek kamu pa roy?", celatuk dari Hana. "Calon jodoh han. hahaha", jawab Roy sekenanya. Reni hanya tersenyum malu. Pesanan yang mereka pesan pun telah datang. Mereka menikmati sambil bercanda bersama. Pukul setengah 10 malam, wajah Reni menjadi gelisah. Roy menyadari akan hal itu," Ayo Ren kita pulang",ajak Roy. Reni mengangguk dan segera berpamitan kepada Tyok dan Hana. Tepat pukul 10 malam Roy dan Reni sampai di rumah Reni. Ayah Reni yang berkumis tebal sudah menunggu di beranda rumahnya. " Maaf om sampai malam, tapi belum lewat dari perjanjian tadi kan om.", " Iya nak tak papa, ternyata kamu laki - laki yang menepati janji, dudu sini dulu nak". ajak ayah Reni. Ibu Reni keluar sambil membawakan teh, mereka bertiga mulai mengobrol. " Om tante saya permisi dulu, mau ngerjain tugas.", sela si Roy. Sesampainya di kost dia masih senyum - senyum sendiri.
Si Roy pun semakin mendekatkan diri kepada kedua orangtua Reni dan tentunya kepada Reni sendiri. Keputusannya untuk menembak Reni telah di urungkannya dan menunggu waktu yang tepat.
Kapan Roy akan menembak si Reni ?, kelanjutan ceritanya besuk lagi. Nunggu dapat kiriman dari ortu dulu gan biar bisa beli kuota,hehehe. Terimakasih, dan see you next story.
Melintas seorang wanita di hadapan mereka berdua, dan secara bersamaan mereka melongo kaya kebo. " Gila Roy tu cewek bahenol bgt ya, kamu gak Roy siapa dia?", dengan entengnya Roy menjawab," Emang gue pikirin yok ? haha, ayo yok masuk kelas dah ada dosennya tuch". Roy dan Tyok pun berjalan menuju kelas. Roy dan Tyok itu seperti kakak adik karena hobi mereka yang sama. " Yok lu tw gak siapa cewek itu?", celatuk dari roy. Sambil mencari siapa yang di maksud oleh roy,"Mana Roy?", "Itu yok", smbil menunjuk cewek yang dimaksud. " Oh itu namanya Ajeng, emangnya kenapa Roy?"," Gak papa yok,gue cabut dulu ya", sembari bergegas mendekati Ajeng. Roy pun akhirnya duduk di sebelah Reni yang kebetulan masih ada tempat kosong. " Hai ajeng", sapa Roy, " Maaf mas saya bukan Ajeng, tapi Reni",jawab Reny sambil ketawa kecil. Wajah roy menjadi merah dan menoleh ke arah Tyok sambil mengacungkan jari tengah. " Eh maaf Ren, gue kira nama lo Ajeng"," Iya gak papa kok mas, ada apa ya mas?", " Jangan panggil mas panggil Roy aja", sembari mengacungkan tangan mengajak bersalaman. Selama basa basi dan berbicara ngalor ngidul akhirnya sampai juga di puncak obrolan mereka. " Ren boleh gak kita tukeran no HP?", " Boleh kok roy", "Makasih ya ren", sambil tersenyum menang. " Gue kembali ke tempat gue dulu ya ren", " Iya roy", jawab Reni sambil tersenyum. Segera bergegaslah Roy ke tempatnya semula.
" Gila lu Yok nipu gue, untuk tu anak baik Yok", "Emang gue pikirin", dengan lidah yang menjulur. Tak terasa sudah 75 menit Roy dan Tyok mengikuti matkul itu. Tapi yang Roy lakukan hanya memandangi si Reni saja. Bel berbunyi keluarlah mereka dari kelas. " Eh Roy gimana tadi dapet gak ? ", " Ya jelas gue gitu", jawab Roy sambil memamerkan no Hp si Reni. Bergegas mereka berdua pulang ke kost.
Setiap malam Roy SMS si Reni, maklum masih dalam masa PDKT yang sangat mendalam. Telah lama Roy menjomblo dan kali ini sepertinya Roy telah mendapatkan pujaan hatinnya. Sudah satu minggu setelah mereka berkenalan. Kedekatan Roy dan Reny sudah berada di dalam zona hijau tinggal persiapan buat nembak. " Yok bantuin gue dong"," Kenapa lo Roy, diare ya?" jawab Tyok dengan sekenannya. " Anjing lo yok serius ini"," Miapah?", keluar tawa dari mulut Tyok. " Cariin gue ide yok, biasanya lo kan sok puitis gitu." , " Gini Roy sekarang kalau minta ide itu harus bayar." , " Wah anak akuntan semua perlu biaya, minta berapa lo yok ?", jawab Roy dengan nada kesal. " Bercanda bung, jadi gini Roy nanti kan kita sekelas, Lo ajak si doi keluar ntar malam, lo ajakin dia ke cafe tempat kita nongkrong, gimana ?","Wah ide yang bagus itu, terus gimana yok ?", jawab roy bingung. " Mudah saja Roy, ntar gue minta ijin sama empunya cafe itu, lo dah siap kan ? "," Jelassssss bosssss. Eh yok lihat tu Reni, gue samperin dia dulu coy.","Emang gue pikirin", jawab Tyok meninggalkan Roy. " Hey Ren kamu keliatan cantik kalo pakek kerudung." sapa Roy sambil tersenyum manis. " Ah kamu bisa aja Roy, yuk Roy masuk kelas.", Ajak Reni. Mereka berduapun langsung bergegas menuju kelas. Mereka berdua duduk berdampingan, " Ren entar malam ada acara gak ?", " Gak roy, kenapa emang."," Hang out ma aku mau gak ren ?", ajak roy. " Jam berapa roy? jangan malam - malam ya",jelas Reni. "Kalo jam 7 gimana ren ? ", " Ok dech", jawab Reni sambil tersenyum. Tanpa terasa bel telah berbunyi. Segeralah para mahasiswa meninggalkan kelas. " Roy gimana entar malam lo jadi nembak si doi gak ? "," Aku ragu yok.", jawab si Roy. " Kenapa lagi lo bro? mana tanda kejantanan mu.", " Aku masih bimbang yok antara cinta atau nafsu yang aku rasakan ke Reni.", jawab Roy bijaksana. " Ya sudahlah terserah saudara saja."," Entr malam ikut hang out ya, lo ajak tu cewek lu, di tempat biasa. OK yok",ajak Roy. " OK. gue cabut dulu ya bro.", jawab Tyok bergegas meninggalkan Roy. Jam dinding menunjukan pukul 5 sore, Roy segera bersiap - siap untuk menjemput doi. Dengan setelan kesukaannya sandal jepit, celana pendek, dan kaos oblong. Tak lupa Roy memakai parfum biar harumnya cetar membahana. Motor udah di persiapkan tinggal melenggang menuju rumah Reni. Reni telah siap untuk pergi dengan menggunakan kerudung dan pakaian yang sesuai dengan kriterianya. Tepat pukul 7 malam Roy sampai di rumah Reni. Betapa terpesonanya dia melihat Reni yang sangat anggun. Berpamitanlah mereka kepada orang tua Reni. Segera Roy pacu kuda besinya menuju cafe tempat dia nongkrong. Sesampai di cafe langsung saja mereka memesan yang mereka inginkan. " Ren kamu seneng gak aku ajak maen kesini", tanya Roy dengan wajah takut. " Iya roy.", jawab Reni dengan senyum. Senyuman Reni sangat lah manis karena dia punya lesung pipi. Pukul 8 mala Tyok datang dengan ceweknya. " Halo bro.", sapa tyok. " Halo juga, lama amat lo yok, kenalin ini Reni". "Reni", "Tyok, nie cewekku Hana", jawab Tyok. "Cewek kamu pa roy?", celatuk dari Hana. "Calon jodoh han. hahaha", jawab Roy sekenanya. Reni hanya tersenyum malu. Pesanan yang mereka pesan pun telah datang. Mereka menikmati sambil bercanda bersama. Pukul setengah 10 malam, wajah Reni menjadi gelisah. Roy menyadari akan hal itu," Ayo Ren kita pulang",ajak Roy. Reni mengangguk dan segera berpamitan kepada Tyok dan Hana. Tepat pukul 10 malam Roy dan Reni sampai di rumah Reni. Ayah Reni yang berkumis tebal sudah menunggu di beranda rumahnya. " Maaf om sampai malam, tapi belum lewat dari perjanjian tadi kan om.", " Iya nak tak papa, ternyata kamu laki - laki yang menepati janji, dudu sini dulu nak". ajak ayah Reni. Ibu Reni keluar sambil membawakan teh, mereka bertiga mulai mengobrol. " Om tante saya permisi dulu, mau ngerjain tugas.", sela si Roy. Sesampainya di kost dia masih senyum - senyum sendiri.
Si Roy pun semakin mendekatkan diri kepada kedua orangtua Reni dan tentunya kepada Reni sendiri. Keputusannya untuk menembak Reni telah di urungkannya dan menunggu waktu yang tepat.
Kapan Roy akan menembak si Reni ?, kelanjutan ceritanya besuk lagi. Nunggu dapat kiriman dari ortu dulu gan biar bisa beli kuota,hehehe. Terimakasih, dan see you next story.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar